"

Naikin IPK itu gak segampang naikin resleting celana. Tapi sensasinya sama. Kalo resleting celana lg di bawah, bawaannya malu kalo ketemu orang.

Meski IPK bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari IPK.
Semangat ya naikin resletingnya.. eehh, IPK maksudnya.

"

Fauzi Hafis

Scientific Fair, the Final

masih ingat kemaren waktu presentasi Gagasan Tertulis di Lomba Scientific Fair. dengan keyakinan kalau semua hal bisa saja terjadi di dunia ini selama kita berusaha dan berdoa. Man jadda wa jada, Going The Extra Miles.

akhirnya saya berusaha sebaik mungkin buat bisa memberikan presentasi terbaik di Final SF. mulai dari bikin slide yang rada ribet banget setting settingannya, latihan presentasi, ngasi penekanan di materi mana yang mau ditonjolin buat narik perhatian juri. trus diskusi sama rekan satu tim, nyamain visi, nyari sumber, nyamain konsep lagi, diskusi lagi, ngatur kata kata yang mau dikeluarin. ngira ngira apa aja pertanyaan yang bakal ditanyain juri.

ga bejo banget waktu undian ternyata malah dapat giliran presentasi pertama —” hadduuuh hadduuuh,tapi ya gpp lah. beban stresnya pasti bakal berkurang banget setelah presentasi.

saya masih ingat bagaimana komentar bu kus, n bu desi especially pak andrew yang memberi apresiasi. Alhamdulillah, padahal awalnya saya kira bakal dibantai sama juri kayak waktu di PIMNAS kemaren. everything is undercontrol, Alhamdulillah

yaaaah, meskipun pada akhirnya ga keluar sebagai juara. tapi saya tetap puas, saya sudah berusaha sebaik yang saya bisa. sudah melebihkan waktu, sudah berusaha lebih keras. Masalah hasil, itu keputusan Allah, untuk memberikan yang terbaik buat hamba-Nya. Mungkin bukan sekarang, tapi nanti. Mungkin bukan nanti, tapi diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik yang bahkan tak terkira oleh batas imajinasi kita

terdampar

malam ini terasa sepi. feels like something different. meskipun saya juga tidak tau pasti apa itu bedanya. tiba tiba randomly terdampar di tumblr, n iseng iseng pengen nulis

Human

kenapa human..??

saya sedang ngedengerin lagunya human dari the killer waktu ngetik ini tulisan.

2 hari di rumah belum mengerjakn hal hal yang bermanfaat. bangun siang, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi. tiba tiba udah adzan maghrib aj. benar benar tidak produktif

akhirnyalah saya mencoba kembali menulis, saya menulis tentang indonesia, tentang kemiskinan indonesia, tentang lain lain, dan tiba tiba saya teringat untuk submit essay saya. *barangkali tembus, dan dapat tiket jalan jalan konferensi gratis ke bali september nanti* lumayan banget kan..

awalnya saya cukup optimis dengan tulisan saya ketika saya di kirim email reminder untuk segera posting essay. saya optimis, karena beberapa hari yang lalu jumlah pengirim essaynya masih 30an dari total 70 jatah kursi yang tersedia. jadilah saya baca sumber macem macem. barusan saya ngirim essay, sudah ada 296 orang yang posting di kementrian pendidikan —”

sudahlah, tembus ga tembus yang penting sudah bikin.

InsyaAllah saya tidak akan menyesal seandainya memang ga lulus. setidaknya saya sudah berbagi pemikiran dengan mereka

Indonesian, Poverty, Student Health

Actualize Indonesia as a prosperous, equitable, and a safe country is every indonesian people dreams. Prosperous in technology, economic, sociocultural, education and health sector. Prosperous as a rich but unpretentious, prosperus in which as a big country that the people still in humanity and humble way.

Unfortunately in reality Indonesia still slumped in interminable multidimensional problem. Millions indonesian people trapped in poverty. Million people trapped in dark side indonesia justification. Others crying when another feel hungry without knowing nothing to eat. Indonesian best pupil can’t continue their study to advance class without having money. Bureaucracy are complicated. While corruptor laugh in indonesian suffering. Absolutely this problem is not only governor assignment to finish. We, indonesian people have to take a part too to solve this problem. We Indonesian people, as one, as Indonesian

One of the most complicated indonesian problem of course in health sector. We could see how million people, cant get their access for health. Last data in 2007 shows us maternal mortality rate Indonesia about 228/100.000 birth, still far from the ideal target which is about 102/100.000 birth. We can’t even get our certainty for health. Many people lie on their bed, sickly. Have uncertainty future for their health. Of course in the other side Indonesian leader already do their best to finish laws Sistem Jaminan Sosial Nasional. All we can do is only pray for the best for our leader, for the best for indonesian people

Indonesia with 200 million population of course has a big potension to solve all this problem. This is indonesia young people, who be expected to have a great power with a great intention to solve all the problem. With this potension, bringing indonesia going up to the top of glory is nothing possible. But the matter is how to educate that great indonesian young people, how to direct that potension so that we can explore them for the sake of Indonesia

This is education governor, the one we expected to create the best young indonesian. As what we expected from educational sector that young people will not only be an ordinary young people, but will become a super young who will answer global challenge. From educational sector we will take a move to solve all this multidimensional problem which still slumped indonesia. It is not an impossible thing, when someday indonesian educational sistem were all fixed up, create the great young indonesia, and then this great young people together work for find the way out for indonesia to jump out of all the problem and take the glory. This is nothing impossible

Health student for the example, have a vital poin to increase the degree of the prosperity in Indonesia. Especially in health sector. With various medium to show the expresion of the medical student, student who care for indonesian health. We can show our dedication for the indonesian people

We all expect, the young health student will express their contribute for indonesia. Become another profesional professor. Explore research, save indonesia from poverty

Source

http://www.lpminstitut.com/nasional/opini/50-peran-mahasiswa-kesehatan-dalam-pencapaian-millenium-development-goals-mdgs

Kartasasmita, Ginandjar. Masyarakat Indonesia di Tahun 2020: Tantangan Bagi Pendidikan Kesehatan. Disampaikan dalam Dies Natalis ke 48 FK UI. Jakarta 4 April 1997

Nugraheni, Endang. Peranan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh dalam Meningkatkan Daya Jangkau Pendidikan Tinggi di Asia Tenggara

pimnas

dari kemaren pengen ngepost tentang serunya gegap gempita opening pimnas XXIV unhas. ga kesampean… diribetin sama urusan latihan.

dan sekarang malah terjebak di kehebatan closing ceremonyinya pimnas. unhas kalo bikin acara emang ga tanggung tanggung

saya benar benar langsung galau akut ketika pertama kali melihat iklan ini

saya tidak bisa membayangkan seandainya saya berada di posisi si bapak. kebingungan, tidak punya apa apa, hanya mengharapkan yang terbaik untuk orang tercintanya yang butuh mendapatkan pengobatan. saya benar benar tidak bisa membayangkan kalau seandainya hal ini terjadi pada orang terdekat saya, benar benar tidak bisa membayangkan

adalah suatu ironi ketika berkembang sebuah pameo di kalangan masyarakat “orang miskin dilarang sakit” “sakit sedikit menjadi miskin” “miskin kok berani sakit”

sudah menjadi hak bagi setiap orang untuk memperoleh kesehatan. hanya saja entah karena suatu mekanisme yang bagaimana, tidak semua orang bisa mendapatkan haknya. heeeeiii…!!! setiap orang, mau kaya mau miskin, mereka berhak untuk mendapatkan kesehatan.

saya memang tidak tau bagaimana, dan apa yang terjadi di kalangan birokrat. saya memang belum berkontribusi banyak untuk menolong mereka mendapatkan hak hak kesehatannya. dan bahkan saya belum melakukan apa apa untuk kesejahteraan masyarakat. tapi perjuangan juga bisa dimulai dari hal hal kecil seperti tulisan ini bukan..??

"hei besok saya masih ujian lo…!!!"

— sudah sebulan lebih sejak ujian hari pertama

yoh..!!

waaah, kasian ini blognya udah lama ga keurus. kalau dianalogikan dengan rumah, pasti udah banyak rumput ilalang setinggi tegak yang tumbuh di sana sini. trus di pojok ruangan ada sarang laba laba, kalau beruntung mungkin kita juga bisa sekalian melihat laba labanya sedang diam manis di sana menunggu ada serangga kecil yang terjebak di dalamnya.

memang sudah lama juga tidak posting di sini. marathon ujian selama sebulan kebelakang plus ditambah lagi dengan kesibukan kesibukan lain. solo, semarang, solo lagi, semarang, berangkat lagi ke salatiga. saya jadi terkesan melupakan blog ini. hahaha, maafkan lah saya blogku tercinta

minggu lalu saya ada agenda ikatan senat mahasiswa kedokteran indonesia di solo. overall acaranya lumayan, setidaknya saya mendapatkan cukup link n beberapa rencana rencana yang dari dulu saya susun mulai berjalan sedikit banyaknya.

di sana berdiskusi, bertukar fikiran, making new friend, dan tiba tiba saya jadi teringat peserta sampah yang saya sering menghabiskan waktu untuk berdiskusi dengannya.

mengunjungi beberapa tempat wisata di solo, kota batik, kunjungan ke universitas negeri solo, dan akhirnya malah terdampar di pusat grosir solo -______- bahkan sampai sekaranng masih belum bisa mengerti bisa bisanya para wanita freak banget dengan yang namanya belanja n grosir.

yyaaahh, saya hanya berusaha memastikan semuanya berjalan lancar.

hari ini saya baru saja kembali dari salatiga. baru saja mengikuti acara santap saji pembinaan untuk pekan ilmiah nasional yang ke 24 di universitas hasanudin makassar. damn..!! saya benar benar belajar banyak dari sini. bagaimana cara bersikap ketika emosi psikologis berada dalam tekanan, teknik berpersentasi yang baik yang langsung di bimbing oleh psikolog berpengalaman dari undip.

selama 3 hari 2 malam menginap di hotel (yang katanya) bintang lima, satu hal yang benar benar berkesan bagi saya. makanannya sumpah enak banget, sumpaaaah banyak banget. tidurnya enak. momentum pelatihannya malah ketutupan dengan pelayanan super maksimal yang diberikan panitia.

dan sampai nanti pun saya akan terus menjalani pembinaan, pembinaan, dan terus dibina untuk menggali lagi agar bisa menampilkan potensi yang terbaik.

ketika nanti saya gagal, saya tidak akan menyesal karena saya telah berusaha sebaik yang saya bisa 

keep smile :)

""

— lupa tadi mau ngesearch apa, gara gara buka tumblr. racun!